DAERAHDUNIA ISLAM

3.116 JCH Asal Jambi Siap Diberangkatkan Ke Tanah Suci

Jambi, Mediator

Sebanyak 3.116 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Provinsi Jambi dinyatakan siap untuk diberangkatkan ke Tanah Suci, untuk melaksanakan ibadah haji pada musim haji tahun 2024 ini. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakawanwil) Kementrian Agama Provinsi Jambi, H. Zoztafia, S.Ag., M.PdI.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi telah menetapkan jadwal untuk keberangkatan Calon Jemaah Haji (JCH) tahun ini mulai pada, Minggu (2/6/2024) hingga, Minggu (9/6/2024). “Alhamdulillah, semua proses pengurusan visa telah selesai dilakukan. Sebanyak 3.116 calon Jemaah Haji kita nyatakan siap untuk diberangkatkan ke Tanah Suci,” ujar Zostafia didampingi H. Paspie Hani Humas Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, kemarin.

Dikatakannya, Jemaah Calon Haji asal Provinsi Jambi terbagi ke dalam 7 (tujuh) Kelompok Terbang (Kloter) dan akan mulai diberangkatkan pada awal Juni 2024 mendatang.

Sebelum diberangkatkan, kata dia menambahkan, jemaah akan diarahkan ke Asrama Haji guna perlu melakukan persiapan sebelum berangkat seperti melakukan pengecekan kesehatan dan pemberian bekal sebelum diterbangkan menuju Embarkasi Batam melalui Bandar Udara Sultan Thaha.

Kemudian, dari Embarkasi Batam bersama ribuan para “Tamu Allah” lainnya, JCH asal Jambi selanjutnya diterbangkan menggunakan Maskapai Saudi Arabian Airlines untuk langsung menuju Mekkah.

Untuk penanganan kesehatan JCH, Kementerian Agama Provinsi Jambi bekerjasama dengan pihak Badan Karantina Kesehatan (BKK) Provinsi Jambi untuk menjamin kesehatan para calon haji agar tetap terjaga sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Layani Sepenuh Hati

Dalam kesempatan tersebut, H. Zoztafia menghimbau masyarakat Jambi agar dapat mempercayakan proses keberangkatan para Calon Haji kepada Kementerian Agama Provinsi Jambi.

“Kami akan melakukan tugas dengan melayani sebaik mungkin dengan sepenuh hati, iklhas dengan rasa kekeluargaan, kami anggap mereka adalah keluarga kami sendiri. Keamanan dan kenyamanan para Jemaah selama proses keberangkatan hingga pemulangan nantinya tetap menjadi priorititas kami,” tutur Zostafia.

Terlebih, lanjut dia, mayoritas Jemaah calon haji tahun ini didominasi kalangan Lanjut Usia (Lansia), sehingga perlu penanganan khusus.

“Untuk keluarga jemaah kami minta jangan khawatir, cemas akan kondisi mereka disana saat melaksanakan ibadah haji, kami telah menganggap para Jemaah Calon Haji ini seperti keluarga dan orang tua kami sendiri. Itu semua kami lakukan agar mereka dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali pulang ke tanah air dengan keadaan sehat walafiat,” ungkap Zostafia.

Selain itu, kepada pihak Keluarga atau Handai Taulan yang hendak mengantarkan keluarganya agar tidak ikut hingga masuk ke Asrama Haji. “Kami himbau kalau ingin melepas keluarga, kerabat atau tetangga yang hendak berangkat cukup batas Kabupaten/Kota masing-masing setiap daerahnya, karena semua pihak agar dapat menjalankan sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) agar Asrama Haji dapat steril, baik dari segi keamanan maupun kesehatan jemaah yang akan diberangkatkan,” pungkasnya. (dik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *