Museum Perjuangan Rakyat Jambi Gelar Dialog Sejarah, Hasilkan Empat Rekomendasi Penting
Jambi, Mediator.
Suasana pelataran Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Jumat malam (12/12/2025), dihangatkan oleh diskusi yang mendalam dan penuh inspirasi ditengah rintik hujan yang mengguyur Kota Jambi sejak siang harinya. Museum mengadakan Dialog Sejarah bertema “Jelajahi Sejarah, Temukan Inspirasi”, yang dihadiri oleh Kalangan Akademisi, Komunitas Sejarah, Guru-guru Sejarah, dan Mahasiswa se-Jambi.
Dialog yang dimoderatori oleh Herman ini menghadirkan panelis dari berbagai latar belakang keahlian. Ujang Haryadi, Sejarawan Jambi, membuka diskusi dengan paparan mendalam tentang narasi besar sejarah lokal. Zakir, selaku Kurator Museum, memaparkan tantangan dan potensi koleksi museum sebagai sumber pembelajaran. Sementara dari sisi kebijakan, Ade Yuda yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, menyampaikan komitmen pemerintah daerah. Perspektif kekinian dihadirkan oleh Amril, penggiat media sosial yang konsen menyebarluaskan sejarah Jambi.
Dialog yang interaktif ini tidak hanya berhenti pada diskusi, namun merumuskan sejumlah rekomendasi konkret untuk kemajuan pelestarian sejarah Jambi. Berikut adalah empat poin kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilkan:
- Memperkuat Jejaring Riset Sejarah: Diperlukan kerja sama strategis antara pemangku kebijakan (pemerintah), universitas, peneliti, dan komunitas sejarah untuk melakukan penelitian dan kajian mendalam tentang Sejarah Jambi. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan narasi sejarah yang komprehensif dan berbasis data yang kuat.
- Inovasi dan Digitalisasi Museum: Museum sebagai ruang publik perlu meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan koleksi dan publikasinya. Pemanfaatan teknologi informasi mutlak diperlukan agar museum dapat diakses seluas-luasnya oleh masyarakat, baik secara fisik maupun digital.
- Penyelamatan Warisan Budaya Jambi : Diperlukan peningkatan koordinasi yang intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait dalam upaya penyelamatan warisan budaya Jambi, khususnya artefak-artefak yang masih terkandung di dalam Sungai Batanghari. Langkah preventif dan pengamanan harus diperkuat untuk mencegah pencurian oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
- Membuka Akses Seluas-Luasnya bagi Peneliti: Museum perlu membuka ruang akses yang lebih luas bagi para peneliti, akademisi, dan komunitas sejarah untuk melakukan kajian terhadap koleksi dan data sejarah Jambi. Keterbukaan ini diyakini akan memperkaya khazanah pengetahuan dan pengelolaan museum itu sendiri.
“Dialog ini adalah langkah awal. Keempat rekomendasi ini akan menjadi agenda dan komitmen kami bersama untuk ditindaklanjuti,” ujar perwakilan museum dalam penutupan acara. Dengan dihasilkannya poin-poin aksi ini, diharapkan gelora “Jelajahi Sejarah, Temukan Inspirasi” tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak pelestarian sejarah Jambi ke depan. (Pur)
