Sekda Zulhifni Pimpin Evaluasi Kelayakan SPPG Secara Daring
Bangko, Mediator
Pemerintah Kabupaten Merangin menunjukkan komitmen serius dalam mengawal standar kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin, Zulhifni, memimpin langsung jajaran Pemkab Merangin dalam mengikuti pelaksanaan inspeksi dan penilaian kesesuaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah secara daring dari MPC Bappeda, Kamis (29/10).
Kegiatan virtual ini merujuk langsung pada paparan materi bertajuk “Checklist Kelayakan Operasional SPPG” yang disampaikan oleh Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), dr. Prima Yosephine Hutapea, M.K.M.
Penilaian ini bertujuan memastikan seluruh dapur SPPG di daerah memenuhi standar ketat sebelum beroperasi penuh melayani anak-anak sekolah.
Dalam arahannya, Sekda Zulhifni menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah dalam mengawal 14 indikator utama checklist kelayakan operasional.
Berdasarkan pedoman BGN yang dipaparkan dr. Prima Yosephine, fokus penilaian terbesar disematkan pada aspek Keamanan Pangan (bobot 65%), yang mencakup kualitas air bersih, rantai dingin (chiller dan freezer), kondisi kompor, sanitasi dasar, hingga kebersihan lingkungan dapur.
“Program Makan Bergizi Gratis ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak kita. Oleh karena itu, seluruh indikator seperti kelengkapan legalitas dokumen (SLHS dan Sertifikat Halal), kebersihan gudang penyimpanan, standar kemasan ompreng, hingga fasilitas pengawasan seperti CCTV dan speed test internet harus dipastikan memenuhi standar nasional,” tegas Zulhifni.
Keterlibatan lintas sektoral ini dinilai sangat penting mengingat instrumen penilaian SPPG juga mencakup aspek legalitas SDM (kepala dapur dan chef tersertifikasi/berpengalaman) serta keselamatan kerja seperti ketersediaan APAR yang aktif.
Melalui sistem grading yang berlaku—mulai dari kategori Layak Dilanjutkan (Grade A), Layak dengan Perbaikan (Grade B), hingga Tidak Layak (Grade C)—Pemkab Merangin bertekad mengawal agar seluruh unit SPPG di daerah mampu memenuhi standar optimal demi mewujudkan gizi yang aman, higienis, dan tepat sasaran. (mlk)
