DAERAHKESEHATAN

Asap Menebal di Kota Jambi, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Jambi, Mediator

Asap terlihat semakin tebal menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Jambi, Minggu (23/8/2026). Kondisi tersebut mulai membuat jarak pandang dan kejernihan udara terlihat menurun, meski aktivitas masyarakat masih berlangsung seperti biasa.

Berdasarkan informasi pemantauan yang diterima, kualitas udara di Jambi saat ini berada pada kategori tidak sehat, dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berkisar antara 105 hingga 117.

Partikulat halus seperti PM2.5 dan PM10 menjadi salah satu polutan utama yang memengaruhi kualitas udara. Kondisi ini patut diwaspadai karena peningkatan konsentrasi partikulat dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara.

Kondisi udara yang memburuk tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

Memasuki puncak musim kemarau, potensi karhutla memang menjadi perhatian serius. Pemerintah juga telah menempatkan Jambi sebagai salah satu provinsi prioritas dalam penanganan karhutla.

Di lapangan, tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi. Salah satunya di kawasan gambut Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang hingga Sabtu (22/8) masih dalam proses penanganan.

Sementara itu, kondisi jarak pandang di Kota Jambi berdasarkan informasi yang diterima masih berada di sekitar 10 kilometer. Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi juga masih terpantau normal dan belum mengalami gangguan berarti akibat kabut asap. Sebelumnya, pihak pengelola bandara memastikan penerbangan masih berjalan normal meski sejumlah wilayah Jambi dilanda karhutla.

Namun, kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung arah angin, perkembangan titik api, serta turunnya hujan. Hujan sebelumnya sempat membantu mengurangi konsentrasi asap di sejumlah wilayah Jambi, tetapi potensi karhutla masih membuat kualitas udara berfluktuasi.

Warga Diminta Waspada

Masyarakat Kota Jambi diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara. Warga sebaiknya mengurangi aktivitas fisik dalam waktu lama di luar ruangan, terutama ketika asap terlihat semakin pekat.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang mampu menyaring partikulat, seperti masker N95, dapat menjadi salah satu langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel asap.

Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi pemantauan ISPU dan kualitas udara secara berkala.

Asap yang kembali menebal menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla di Jambi belum sepenuhnya berakhir. Pemerintah, petugas, dunia usaha dan masyarakat perlu terus memperkuat pencegahan agar persoalan asap tidak berkembang menjadi krisis kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat secara lebih luas. (Pur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *