Bonus Tidak Sesuai Ekspektasi, Pelatih Cabor Angkat Berat Kecewa
Jambi, Mediator
Pelatih Atlet Cabang Olahraga (Cabor) Angkat Berat, Antoni menelan kekecewaan. Pasalnya, bonus yang diterima tidak sesuai dengan yang seharusnya. Kekecewaannya itu disampaikan kepada Mediator dikediamannya, di Jalan Raden Wijaya, No.09 Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, kemarin.
“Terus terang saya sangat kecewa dengan sikap KONI. Kenapa bonus atlet tahun ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya,” tuturnya ketika mengawali perbincangan dengan media ini.
Selama menjadi Pelatih Cabor Angkat Berat, kata dia melanjutkan, telah banyak menciptakan atlet untuk pertandingan cabor angkat berat/angkat besi telah meraih beberapa medali Emas, Perak dan Perunggu sebagai Pelatih Angkat Berat dari tahun 2009 – 2024, lebih kurang 15 tahun.
Dikatakannya, rasa kecewa itu berawal pertama kali menjadi Pelatih Cabor Angkat Berat, tidak ada fasilitas yang di berikan oleh pihak KONI, Antoni memfasilitasi sendiri latihan tersebut dirumahnya sebagai tempat latihan. “Saya pernah meminta bantuan kepada KONI, namun pihak KONI menjawab ? tidak ada fasilitas tempat latihan, hanya bantuan seikhlasnya saja dari Ketua Cabor (Efendi),” ungkapnya.
Pihak KONI, imbuh Antoni, hanya memberikan SK, karena dirinya dianggap telah memenuhi syarat, yaitu mempunyai sertifikat sebagai pelatih dan mempunyai Atlet.
Antoni menuturkan, pada bulan Juli 2023, tiga hari sebelum diadakan pertandingan, semua Pelatih beserta Asisten Cabor termasuk Antoni, diundang ke Aula Rumah Dinas Bupati Kabupaten Muaro Jambi untuk rapat dengan agenda rapat untuk pertandingan cabor angkat berat. Penjabat (Pj) Bupati Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah, SH.MH yang turut hadir ketika itu memberitahukan terkait dana bonus atlet yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muarojambi sebesar Rp 3,7 Miliar melalui dana hibah yang diserahkan ke KONI Muarojambi.
Selain itu, masih kata Antoni, Pj Bupati Bachyuni juga memaparkan bahwa dana tersebut tidak boleh digunakan untuk apapun selain untuk bonus dalam cabor angkat berat, bersama Pelatih, Asisten dan beberapa atlet mendengarkan pembicaraan pada saat rapat tersebut. “Saya terus terang merasa senang atas pernyataan yang diungkapkan Bupati Muarojambi tersebut,” ungkap dia.
Selanjutnya, pada bulan yang sama diselenggarakan pertandingan Cabor Angkat Berat tersebut dan hasilnya Tim Antoni mendapatkan kemenangan dengan membawa medali emas sebanyak 7 (tujuh) medali.
Setelah itu, Fattahillah yang ketika itu masih menjabat sebagai Ketua KONI dan berkakhir masa jabatanya pada awal tahun 2024 awal. Saat pergantian jabatan, Aspihani terpilih sebagai Ketua KONI yang baru Periode 2024 – 2028 menggantikan Fatahilah, rasa kecewa itu muncul, karena bonus yang didapatnya hanya sebesar Rp. 5.000.000.
“Bonus sebesar Rp 5.000.000 di potong pajak 6 % dan menerima Rp. 4.800.000, sangat kecewa sekali dan sempat menanyakan kepada Pengurus KONI, akan tetapi tidak ada jawaban,” tukasnya.
Seharusnya, bonus tersebut dibayar sesuai perhitungan sebelumnya. Pada Porprov 2023, bonus untuk atlet yang mendapatkan medali Emas sebesar Rp 12.000.000,-, Perak Rp. 8.000.000, dan Perunggu Rp. 5.000.000.
Sebelumnya, bonus pelatih dihitung berdasarkan banyaknya mendali emas, dapat 4 (Empat), medali emas dihargai Rp 4.000.000 x 4 (Empat), medali emas Rp.16.000.000, periode 2023 kembali mendapat 7 (Tujuh), medali emas x Rp. 5.000.000,- dengan jumlah Rp. 35.000.000.
Malahan, periode 2024 bukannya meningkat 7 (tujuh) medali emas hanya dikasih uang bonus tanpa hitungan mendali, bonus yang di berikan ke Pelatih Atlet sebesar Rp. 5.000.000,- dan Asisten Atlet Rp. 3.500.000,- ,tidak dikali dengan mendali yang didapat.
“Seharusnya pejabat baru lebih tau lah, karna dokumen lama, sebelum masa jabatan baru kan masih ada (terarsip),” jawabnya dengan lantang.
Hingga saat ini, Antoni mengaku masih akan terus menuntut haknya yang sesuai dan meminta penjelasan kepada Pengurus KONI yang baru atas kejadian yang menimpanya tersebut. “Masih Bang, masih terus saya kejar,” tegasnya seraya mengakhiri. (ags)
