Cabai Mulai “Menggigit!” Harga di Jambi Tembus Rp61 Ribu, Ayam Ikut Naik
Cabai Merah Keriting Tembus Rp42 Ribu, Cabai Rawit Hampir Rp61 Ribu per Kilogram
Jambi, Mediator
Masyarakat Kota Jambi mulai menghadapi tekanan harga sejumlah kebutuhan pangan. Dalam beberapa hari terakhir, harga cabai dan ayam potong bergerak naik, sementara minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu masih relatif stabil.
Kondisi ini menjadi perhatian karena cabai merupakan salah satu komoditas yang pergerakan harganya paling cepat dan langsung terasa di tingkat rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Berdasarkan data pemantauan harga pangan di Jambi pada 4 September 2026, harga cabai merah keriting mencapai Rp42.667 per kilogram, naik sekitar 3 persen. Sementara cabai merah besar berada di Rp41.714 per kilogram dan cabai rawit merah mencapai Rp60.926 per kilogram.
Kenaikan tersebut terjadi setelah sebelumnya harga cabai juga mengalami pergerakan pada awal September. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pada sisi pasokan yang perlu segera diantisipasi agar kenaikan tidak berlanjut.
Ayam Potong Ikut Naik
Tidak hanya cabai, harga daging ayam ras juga mulai bergerak naik.
Pada 4 September 2026, harga ayam ras tercatat sekitar Rp44.045 per kilogram, naik 0,55 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Meski persentase kenaikannya belum sebesar cabai, ayam potong merupakan komoditas yang cukup sensitif bagi masyarakat karena menjadi salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi.
Jika kenaikan harga ayam berlangsung bersamaan dengan kenaikan cabai dan komoditas pangan lainnya, beban pengeluaran rumah tangga berpotensi semakin besar.
Bukan Semua Sembako Naik
Menariknya, tekanan harga belum terjadi pada seluruh komoditas.
Minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu masih relatif stabil. Data pemantauan menunjukkan minyak goreng premium berada di kisaran Rp21.348 per liter, sedangkan gula dan tepung belum memperlihatkan lonjakan signifikan.
Artinya, kondisi pasar pangan Jambi saat ini lebih tepat disebut kenaikan pada komoditas tertentu, bukan lonjakan seluruh harga kebutuhan pokok.
Pasokan dan Distribusi Harus Diawasi
Kenaikan harga cabai dan ayam perlu dilihat dari sisi ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan harga di tingkat produsen maupun pedagang.
Cabai, khususnya, sangat mudah mengalami perubahan harga ketika pasokan dari daerah produksi terganggu. Faktor cuaca, hasil panen, biaya angkut dan distribusi antardaerah dapat memengaruhi harga hingga ke pasar Kota Jambi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan tidak terjadi gangguan distribusi maupun permainan harga di tingkat rantai pasok
Pemantauan di pasar juga penting dilakukan secara berkala, terutama terhadap komoditas yang mengalami kenaikan paling cepat.
Jangan Tunggu Harga Makin Tinggi
Kondisi harga cabai yang telah mendekati Rp61 ribu per kilogram untuk cabai rawit merah menjadi sinyal bahwa pemerintah perlu bergerak sebelum tekanan harga semakin luas.
Intervensi tidak harus menunggu harga melonjak tinggi. Penguatan pasokan, kelancaran distribusi dari sentra produksi, operasi pasar bila diperlukan, serta pengawasan terhadap rantai perdagangan dapat menjadi langkah antisipasi.
Masyarakat sendiri diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena kepanikan justru dapat meningkatkan tekanan permintaan. (Pur)
