Canda Tawa di Hutan Desa, Bupati M. Syukur Manugal Padi dan Salurkan Bantuan Pertanian
Durian Rambun, Mediator
Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai kunjungan kerja Bupati Merangin, M. Syukur, di Kecamatan Muara Siau, Minggu (6/9).
Di tengah rindangnya kawasan Hutan Desa Rio Kemunyang, Bupati M. Syukur turun langsung ke ladang untuk manugal—menanam padi secara tradisional menggunakan kayu runcing—bersama warga Desa Durian Rambun.
Tanpa canggung, Bupati yang mengenakan kaus santai dan topi koboy tampak bersemangat memegang kayu tugal, membaur tanpa sekat sembari bersenda gurau dengan warga.
Gelak tawa dan riang kebersamaan pecah di sepanjang areal ladang, mengubah kegiatan bertani menjadi momen keakraban yang berkesan.
Areal pertanian warga ini berada di dalam kawasan Hutan Desa Rio Kemunyang yang memiliki luas sekitar 4.448 hektar. Kawasan ini tidak hanya menjadi penopang ekonomi warga melalui sektor pertanian, tetapi juga diakui sebagai salah satu benteng kelestarian lingkungan dan penyerap karbon dunia.
“Ini bentuk nyata kepedulian sosial dan komitmen kita terhadap pelestarian lingkungan serta keberadaan hutan desa. Pak Kades dan warga di sini luar biasa karena mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus memanfaatkannya secara produktif,” ujar Bupati di sela-sela canda tawa bersama warga.
Untuk memperkuat semangat gotong royong dan produktivitas petani, Pemkab Merangin juga menyerahkan bantuan berupa benih padi, insektisida, hingga sarana peralatan budidaya perikanan.
Meski harus menempuh perjalanan tracking sekitar 5 kilometer dari pemukiman warga menuju lokasi ladang di hutan desa, Bupati mengaku sangat menikmati momen kebersamaan tersebut.
“Walaupun jaraknya sekitar 5 kilometer dan harus jalan kaki, rasanya terbayar dengan keakraban ini. Mungkin ada sebagian yang belum punya pengalaman nanam padi dengan cara nugal begini, nah ini jadi pengalaman berharga dan berkesan buat kita semua,” tuturnya disambut tepuk tangan warga.
Pemerintah Kabupaten Merangin berharap kearifan lokal dan tradisi gotong royong warga Desa Durian Rambun dapat menjadi contoh bagi daerah lain karena sejalan dengan upaya menjaga kelestarian hutan desa sebagai paru-paru dunia. (mlk)
