Cairan Eco Enzyme Pembersih Air Sungai
“Aih..aihh. Yo tambah kacau. Kato aek Sungai Batanghari kito ni lah tercemar. Tau taunnyo maren dicemplungkan aek warno kecoklatan. Banyak pulak. Idak tanggung-tanggung seribuan liter kabarnyo. Lokak makin banyaklah ikan mati gek tu”, kato Mamad di warung kopi Nyai Leha di Pelayangan Seberang Kota Jambi (Sekoja).
Wak Dullah yang lebih dulu ngopi di tempat tu, tekejut nganing kicauan Mamad.
“Apo hal ee, Mad? Pagi-pagi kau lah ngoceh. Bawak ngopi dulu lah. Biak tenang,” kato Wak Dullah sambil ngigit goreng Sukun angek. Wuuhh.. maseh panas nian sebutnya.
“Woiiiii….woiii, wak belon tahu po? Itu, sungai besak di kampung kito nee. Dihamburi aek limbah.. Padohal katonyo lah tacemar. Lokak tambah susah kito makan ikan kelak tu. Pasti tambah banyak ikan yang mati,” keluhnya.
“Oooh…. itu pasal ee. Mamd mamad!? Kito ndak boleh langsung suudzon ngomentari sesuatu. Cari tahu dulu kesahihannyo serto apo manfaatnya. Apo lagi yang nabur ee tu. kenyok urang sembarangan. Gubernur temasuk beberapo pejabat dan komunitas pecinto lingkungan”, ucap Wak Dullah ngingatkan.
Kato Wak Dullah lagi, “Kabar yang sayo dapat.yang dihanbur ke sungai tu. Kenyok limbah cair bebayo. Warno ee memang coklat. Tapi itu bukan oli bekas atau sejenis ee. Namun itu bendo cair Eco Enzyme, namoe ee. Beguno penjernih aek jltercemar. Biak bersih lagi. Macam tu Mamad,” tutur Wak Dullah.
“Kalu nak lebih jelas, simak berito di bawah ni,” sambungnyo ketawo sambil buranjak nak pegi munjalo seusai bayar duit kopi.
Pemprov Jambi menabur 1000 liter Eco Enzyme ke Sungai Batanghari (BTH).
Pemberian cairan Eco dilakukan Gubernur Al-Haris dengan cara disemprotkan dari atas jembatan presdian Gentala Arasy di kawasan Ancol, Sabtu (12/3/2022).
Kegiatan diadakan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Jambi, bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara dan mahasiswa.
Pemberian carian Eco Enzyme upaya mendukung Gerakan Sungai Batanghari Bersih. Dicanangkan Gubernur Al-Hsris baru baru ini.
Disebabkan panjangnya sungai yang hendak dijernihkan. Terang butuh cairan Eco dalam volume banyak. Dan pemberian harus berulang dan rutin. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Sri Argunaini. Mengakui itu dalam laporannya. “Mesti berulang dan rutin”, tuturnya.
Pembersihan sungai jelas. Tak bisa di bagian ilir wilah Kota Jambi, saja. Mesti ada kerja sama dengan Pemkab/kota serta masyarakat daerah mudik. Karenanya kelak upaya membersihkan air sungai BTH. Penting kerjasama hulu dan hilir.
Masyarakat bagian mudik mencegah buang sampah ke sungai. Sementara penduduk di ilir. Melakukan pembersihan air dengan cairan Eco Enzyme.
Dikutip dari beberapa sumber. Eco Enzim metoda pembersih air dari Thailan Pembuatannya tidak bertehnolgi canggih. Namun murah, mudah dan sederhana.
Ibu ibu rumah tangga pun bisa mengerjakannya.
Cairan Eco merupakan hasil fermentasi dari limbah dapur organik. Seper ampas buah dan sayuran dicampur gula coklat, gula merah atau gula tebu dan air.
Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang p Komposisi sampah 54%. Pembuatan Eco Enzim. Semakin lama proses permentasi. Semakin bagus pula kualitas cairannya.
Eco enzim bisa juga keperluan rumah tangga. Dapat dipakai merendam sayur, menghilangkan pestisida, herbisida, bahan logam dan sel parasit. Juga zat lilin pada buah-buahan,
Menghilangkan kutu di beras, membersihkan lantai WC dan dinding atau kamar mandi. Jjuga pel lantai sehingga serangga tidak ada. Sebagai campuran cuci piring sehingga lebih kesat dan bersih,
Campuran ke cucian ppakaian. Memutihkan pakaian tanpa pemutih. Zat fluoren pada pemutih osangat berbahaya bagi kulit.
Selanjutnya membersihkan minyak atau lemak membandel. Mempe rlancar saluran WC. Penjernih air akuarium. Pembersih kerak yang bandel. Memoles barang-barang yang kusam. Dan mengurangi nyamuk/ serangga.
Serta bejibun fungsi lainnya. Keperluan usaha pertanian juga bisa.
( TASMAN)
