DBD Mulai Merebak, Jangan Lupa Hidup Sehat dan Bersih
Jambi, Mediator
Cuaca ekstrim diprediksi akan terus terjadi hingga awal Februari 2022. Selain ancaman bencana hidrometeorologi, masyarakat diminta waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD).
Seperti warga di RT 26 Kelurahan Simpang Empat Sipin Kecamatan Telanaipura Telanaipura Kota Jambi, tiga orang dinyatakan terkena DBD. Dan 2 dari 3 penderita merupakan anak-anak.
Tim Kelurahan Simpang Empat Sipin juga sudah menindaklanjuti laporan warga tersebut. Pihak kelurahan turun melakukan pengecekan dan selanjutnya melakukan fogging.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yulianti, mengtakan dengan cuaca tidak menentu seperti saat ini terkadang terjadi hujan lebih memungkinkan nyamuk berkembang biak.
Ida mengatakan, untuk mengindari penyakit yang belum ada obat maupun vaksinnya ini, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pemberantasan jentik nyamuk dengan 3M Plus (mengubur, menguras dan menutup plus hindarigigitan nyamuk).
“Upaya 3 M plus perlu digalakkan. Yakni meliputi membuang barang bekas, menutup tempat penampungan air dan membersihkan daerah sekitar masing-masing,” ujarnya..
Menurut dia, dalam menghadapi DBD, harus meningkatkan pemantauan jentik di rumah masing-masing. Lantaran jentik ini akan berkembang menjadi nyamuk dewasa dan menjadi faktor penular DBD.
“Selalu memantau jentik, seperti di bak penampungan dan talang air, pot bunga, ban bekas atau juga sampah yang tergenang air. Ditempat ini harusnya dilakukan pengurasan dan disikat sacara rutin agar tidak ada jentik yang berkembang disitu,” katanya.
Namun perlu diketahui bahwa fogging atau penyemprotan disinfektan bukan berarti menjamin keamanan lingkungan rumah dari nyamuk demam berdarah. Fogging semata tidak akan efektif apabila tidak dibarengi dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah. Oleh karena itu menjaga kebersihan lingkungan seperti yang sudah disebutkan di atas adalah kunci penting untuk terhindar dari gigitan nyamuk demam berdarah.
Untuk itu, Ia menghimbau kepada orangtua untuk memberikan obat anti nyamuk (repelan) atau memastikan anaknya menggunakan lengan panjang saat beradi diluar rumah atau arena bermain.
Wakil Walikota Jambi, H Maulana mengatakan, saat ini memang dalam kondisi musim hujan ada potensi terjadi kenaikan kasus.
Maulana mengatakan, status KLB itu terjadi jika ada kasus kematian maka harus tegas jangan sampai ada kematian. Di Kota Jambi sebenarnya sudah ada Pokja DBD di bawah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dengan melibatkan camat dan lurah sebagai kepala wilayah.
“Nanti jika ada kasus positif biasanya akan dilakukan fogging untuk mencegah penularan, tapi fogging juga tak dilakukan secara terus menerus karena akan timbul resisten (kekebalan untuk nyamuk). Yang terpenting menerapkan hidup sehat dan bersih ” ucapnya. (ags)
