Harga Kebutuhan Pokok di Kota Jambi Masih Tinggi
Jambi, Mediator
Hari Raya Idul Adha 1443 hijriah sudah di ambang pintu, namun harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Jambi seperti Pasar Angso Duo, Talang Banjar, Kasang, Aur Duri dan TAC, meskipun mengalami fluktuatif namun terpantau masih tinggi.
Harga cabai rawit merah, sejak dua minggu terakhir masih bertahan di angka Rp120 ribu perkilo, sempat turun di angka Rp 90 ribuan namun kembali bertahan diangka semula.
Hari ini, Rabu (06/07/2022) kenaikan harga juga terjadi pada komoditi bawang merah di harga Rp 58 ribu perkilo dan bawang putih Rp 20 ribu perkilonya. Diikuti kenaikan harga ayam kampung Rp65 ribu perkilo.
Untuk harga cabai merah besar dan cabai merah kecil meskipun masih tergolong mahal namun sedikit mengalami penurunan harga yakni Rp 82 ribu perkilo untuk cabai merah besar dan Cabai merah kecil Rp85 ribu perkilonya.
Sementara itu, masih dalam kelompok cabai-cabaian, harga cabai rawit hijau masih tetap di angka Rp100 ribu perkilo. Disusul harga daging Ayam Broiler Rp 32 ribu perkilo, daging Sapi murni Rp 140 ribu perkilo, gula pasir lokal Rp 14 ribu perkilo, minyak Bimoli kemasan Rp22 ribu perkilo, minyak goreng curah Rp16 ribu perkilo, sagu Tani Rp 14 ribu perkilo, dan tepung cakra kembar juga Rp 14 ribu perkilo.
Sedangkan untuk harga beras kualitas terbaik dan terendah masih relatif stabil yakni dikisaran harga beras merk Anggur Rp13 ribu perkilo dan terendah merk OP Bulog Rp10 ribu perkilonya.
Fita, salah satu warga Jelutung, mengaku pasrah dengan kondisi harga kebutuhan yang dirasakan semakin membebani perekonomian keluarganya. Dengan kondisi mahalnya harga kebutuhan pokok ini, Ia berusaha untuk pandai-pandai mengatur keuangan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga.
“Mau bagaimana lagi, semua sudah pada naik. Protes ke pemerintah pun percuma, dak terdengar juga. Pedagang pun sama, kan mereka beli juga,” ujarnya.
Idul Adha tahun ini, ibu dua anak ini menyebut akan merayakan seadanya, tanpa mengurangi makna.
“Alhamdulillah masih ada yang bisa dibeli meski dikit-dikit Bang, jadi lebaran nanti biasa sajalah, jangan boros, bisa bolong kantong,” ujarnya.
Ia tetap menaruh harapan agar situasi harga bahan pokok ini bisa dikendalikan oleh pemerintah, seperti sesering mungkin melaksanakan operasi pasar.
(dra)
