DAERAHKESEHATANPENDIDIKANPERISTIWA

ISPU Jambi Masih Tidak Sehat, PJJ Anak TK hingga SD Kelas Awal Diperpanjang

Jambi, Mediator

Pemerintah Kota Jambi memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK/PAUD serta siswa SD kelas 1 hingga kelas 3 mulai Jumat, 18 September 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan pencemaran udara dan kabut asap.

Keputusan tersebut menyusul kondisi kualitas udara Kota Jambi yang masih berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan pemantauan pada Kamis malam (17/9/2026) pukul 20.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 176 dengan partikulat halus PM2.5 sebagai parameter kritis.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pencemaran udara masih menjadi perhatian serius, terutama bagi anak-anak yang sistem pernapasannya lebih rentan terhadap dampak polusi. Karena itu, pembatasan kegiatan belajar secara langsung dinilai perlu dilakukan hingga kualitas udara kembali memenuhi kriteria aman.

Perpanjangan PJJ tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 29 Tahun 2026 dan Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 mengenai antisipasi dampak pencemaran udara terhadap kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan.

Pemkot Jambi menempatkan keselamatan peserta didik sebagai pertimbangan utama dalam penyesuaian metode pembelajaran. Pelaksanaan PJJ bagi anak usia dini dan siswa kelas awal sekolah dasar akan berlangsung sampai kondisi kualitas udara dinyatakan membaik, dengan evaluasi mengikuti perkembangan hasil pemantauan.

Sementara itu, kegiatan belajar bagi siswa SD kelas 4 hingga kelas 6 serta SMP kelas 7 hingga kelas 9 masih diperbolehkan berlangsung melalui Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun, durasi kegiatan belajar disesuaikan dan diperpendek dengan tetap memperhatikan ketercapaian materi pembelajaran.

Pengecualian juga diberikan kepada siswa yang memiliki riwayat penyakit pernapasan maupun kondisi kesehatan tertentu. Mereka dapat mengikuti pembelajaran dari rumah secara mandiri untuk mengurangi risiko paparan udara tercemar.

Di lingkungan sekolah, seluruh kegiatan yang dilakukan di luar ruangan, termasuk olahraga, upacara, apel, dan aktivitas sejenis, ditiadakan sementara hingga kondisi udara membaik. Pihak sekolah juga diminta mengoptimalkan langkah perlindungan kesehatan, termasuk memastikan penggunaan masker bagi siswa yang mengikuti PTM.

Peran orang tua turut menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Orang tua diimbau memantau kesehatan anak, membatasi aktivitas di luar rumah, serta segera mencari pertolongan apabila anak mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya.

Satuan pendidikan juga diminta berkoordinasi dengan puskesmas terdekat apabila ditemukan siswa yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap. Langkah ini diperlukan agar keluhan kesehatan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Pemkot Jambi turut menetapkan skenario penyesuaian yang lebih luas apabila pencemaran udara semakin memburuk. Jika ISPU menembus angka di atas 200 atau masuk kategori sangat tidak sehat, seluruh satuan pendidikan mulai dari TK/PAUD, SD hingga SMP akan dialihkan sepenuhnya ke sistem PJJ.

Kebijakan tersebut menuntut kesiapan sekolah, guru, dan orang tua untuk memastikan proses belajar tetap berjalan meskipun dilakukan dari rumah. Selain penyampaian materi, pendampingan anak dan pemantauan tugas menjadi hal penting agar perubahan metode pembelajaran tidak menghambat proses pendidikan.

Di tengah kondisi udara yang belum membaik, upaya menjaga kesehatan peserta didik perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan hak mereka untuk memperoleh pendidikan. Evaluasi berkala terhadap kualitas udara dan pelaksanaan pembelajaran menjadi dasar bagi Pemkot Jambi untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

Dengan demikian, keputusan mengenai kembali berlangsungnya PTM secara normal akan sangat bergantung pada perkembangan kualitas udara dan hasil evaluasi pemerintah. Hingga kondisi dinyatakan aman, kewaspadaan seluruh pihak tetap diperlukan demi menjaga kesehatan anak-anak di Kota Jambi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *