DAERAHPENDIDIKANSERBA-SERBI

Kapolsek Kuala Jambi Jadi Inspektur Upacara di Pondok Pesantren Al-Islah, Tekankan Peran Santri sebagai Benteng Moral Bangsa

Kuala Jambi, Mediator

Guna memperkuat sinergi dalam pembinaan karakter generasi muda, Kapolsek Kuala Jambi Iptu Nur Taufik, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam apel pagi di Pondok Pesantren Al-Islah, Desa Manunggal Makmur, Senin (02/02/2026) pagi.

Upacara bendera yang dimulai pukul 07.30 WIB itu dihadiri oleh Kepala Pondok Pesantren Al-Islah, Sdr. M. Kholil, perwakilan Bhabinkamtibmas dan Banit Intelkam Polsek Kuala Jambi Briptu Rengga Zul A., S.H., beserta seluruh staf, guru, serta ratusan santri dari jenjang MI, MTs, dan MA.

Dalam amanatnya, Iptu Nur Taufik menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran vital pesantren dalam mencetak kader bangsa.

“Pondok pesantren adalah tempat mulia. Di sinilah bukan hanya ilmu yang diajarkan, tetapi juga akhlak, adab, disiplin, dan tanggung jawab. Santri bukan sekadar pelajar, tetapi calon pemimpin masa depan bangsa,” tegas Kapolsek di hadapan para santri.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sangat menghargai kontribusi pesantren dalam membentuk generasi muda yang beriman, santun, dan taat hukum.

Menyadari tantangan zaman yang kian kompleks, Kapolsek mengingatkan akan bahaya pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, judi online, hoaks, dan paham radikal.

“Oleh karena itu, santri harus menjadi benteng moral bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” serunya.

Kapolsek kemudian mengajak para santri untuk: menjaga disiplin dan adab di mana pun berada, bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial, menjauhi segala bentuk narkoba, kekerasan, dan pelanggaran hukum, serta menjadi teladan yang membawa kedamaian.

Ia menekankan bahwa upaya menciptakan keamanan dan ketertiban (kamtibmas) adalah tanggung jawab bersama.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan pesantren, guru, dan santri. Pesantren adalah mitra strategis Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkas Iptu Nur Taufik.

Dalam wawancara terpisah dengan MediatorNews.com, Kapolsek memaparkan beberapa tujuan dari kegiatan pembinaan ini.

“Pertama, kami harap siswa memahami pentingnya menghormati guru. Kedua, tersampaikannya pesan kamtibmas dan anti kekerasan. Ketiga, terciptanya suasana sekolah yang aman dan kondusif. Dan yang keempat, meningkatnya kesadaran hukum di kalangan pelajar, sebagai bekal mereka di masa depan,” jelas Iptu Nur Taufik.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat ini diakhiri sekira pukul 08.45 WIB. Kehadiran Kapolsek secara langsung dalam upacara ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan dunia pendidikan, khususnya pesantren, dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berakhlak mulia. (pur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *