DAERAHPEMBANGUNAN

Komitmen Pengendalian Banjir, Wali Kota Jambi Pastikan Ganti Rugi Lahan Kolam Retensi Tuntas

Jambi, Mediator

Upaya pengendalian banjir di Kota Jambi terus menunjukkan progres signifikan. Pemerintah Kota Jambi memastikan proses pembebasan lahan untuk pembangunan Kolam Retensi Telago Kajanglako berjalan sesuai rencana, seiring dorongan percepatan dari pemerintah pusat.

Kunjungan kerja Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Diana Kusumastuti, ke lokasi proyek di kawasan Paal Lima menjadi penegasan komitmen tersebut. Kehadiran pemerintah pusat dinilai memperkuat sinergi dalam menangani persoalan banjir yang selama ini kerap melanda wilayah tersebut.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan bahwa seluruh kewajiban pemerintah daerah terkait pembebasan lahan seluas 3,1 hektare telah diselesaikan. Meski demikian, masih terdapat beberapa titik lahan yang prosesnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan sempat terkendala persoalan sempadan sungai.

Menurutnya, koordinasi lintas kementerian telah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Kementerian ATR/BPN disebut akan segera menerbitkan kebijakan terkait penanganan sempadan sungai guna mempercepat penyelesaian administrasi lahan.

“Bagi masyarakat yang memiliki legalitas kepemilikan lahan, pemerintah menjamin pemberian ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Maulana.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan fisik proyek terus didorong melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS), dengan target penyelesaian dalam tahun ini. Keberadaan kolam retensi tersebut diharapkan mampu menekan risiko banjir, khususnya di kawasan aliran Sungai Asam yang selama ini rawan terdampak saat curah hujan tinggi.

Di sisi lain, Diana Kusumastuti menilai pembangunan Kolam Retensi Telago Kajanglako merupakan langkah strategis dalam pengendalian banjir jangka panjang. Ia memastikan bahwa dukungan anggaran telah tersedia, dengan syarat utama lahan harus dalam kondisi siap bangun.

“Saat ini masih ada beberapa bidang yang dalam proses penyelesaian oleh Kementerian ATR/BPN. Targetnya dapat rampung pada Mei,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kawasan kolam retensi tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga dirancang sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Fasilitas seperti jalur jogging dan ruang publik diharapkan menjadi nilai tambah bagi kawasan tersebut.

Antusiasme warga terhadap proyek ini juga cukup tinggi. Mereka berharap pembangunan segera rampung agar ancaman banjir yang kerap terjadi, terutama saat hujan deras, dapat diminimalisir secara signifikan.(ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *