Limbah Buangan Batu Bara PPE Kian Meluas
Anak Sungai Desa Semaran Terancam !!!
Sarolangun, Mediator
Hanya hitungan bulan limbah buangan batu bara dari mesin turbin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik Permata Prima Elektrindo (PPE) terlihat semakin meluas, bahkan limbah buangan tersebut diduga sudah sudah mencemari aliran anak Sungai Ale yang mengaliri hampir seluruh Desa Semaran, Kabupaten Sarolangun..
Menurut Yuda, Direktur LTB (Lembaga Tiga Beradik), jika dipantau daro udara menggunakan drone, limbah buangan batu bara yang mengandung debu halus dan pertikel kecil yang mudah bertebangan, mengendap di anak Sungai Ale dan ini bisa menyebabkan penyakit gatal-gatal serta radang tenggorokan bila di konsumsi oleh masyarakat.
Sebelumnya Tim LTB, juga melakukan pantauan ke lokasi Mei 2024 lalu, dengan menggunakan drone terlihat bentangan (landcape), terpantau limbah sisa yang menggunung sisa pembakaran dari 2 mesin turbin PPE di area samping perusahaan berdekatan dengan kolam pengolahan limbah cair yang PPE yang mengalir langsung ke anak Sungai Batang Tembesi.
Kemudian 22 Agustus 2024 kemarin, Tim LTB kembali melakukan pemantauan dengan metode yang sama yaitu lewat udara (drone) dan dilakukan di areal yang sama terlihat bentangan (lanscape) ereal buangan limbah padat PPE dan ternyata telah bertambah luasannya.
“Terlihat tumpukan yang menggunung limbah padat tersebut di areal kolam limbah cair telah bertambah 1 kolam, dan tumpukan limbah sisa pembakaran luasannya telah semakin melebar dan sudah mendekati anak Sungai”, kata Yuda.
Yuda juga menjelaskan, saat pihaknya berusaha menelusuri melalui darat melewati perkebunan warga dan area semak belukar didapati anak sungai telah berubah bentuk dari terakhir kali di lakukan di bulan Mei 2024.
” Bila dilakukan terus oleh PPE, limbah sisa pembakaran batu bara tidak menutup kemungkinan dugaan kita akan terbukti, bahwa areal seluas 1 hektar untuk penampungan sisa pembakaran tidak sanggup menampung lagi “, Yuda memprediksi.
Tim LTB berharap, Lawyers dan Media turun ke area limbah buangan melihat langsung, bagaimana limbah mencemari anak Sungai Ale yang mengaliri ke Desa Semaran dan bermuara sampai ke Sungai Batang Tembesi, setidaknya di lokasi akan ditemukan endapan limbah sisa pembakaran telah larut di anak sungai karena musim kemarau, artinya saat musim penghujan pasti akan memenuhi aliran air di anak Sungai Ale.
“Belum lagi paparan dari partikel senyawa PM2.5 yang di lepaskan melalui cerobong PPE yang menyebar menyebabkan polusi udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat Desa Semaran”, ujarnya lagi.
Yuda juga berharap, perlu ada tindakan tegas pemerintah sebelum bahaya lebih jauh mengancam generasi muda Sarolangun yang akan menanggung akibatnya di kemudian hari. (slt)
