Pagi Ini Asap Makin Pekat, Kualitas Udara Kota Jambi Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kota Jambi, Mediator
Kondisi udara di Kota Jambi pada Senin pagi (24/8/2026) kembali menjadi perhatian. Kabut asap terlihat semakin pekat dibandingkan beberapa hari sebelumnya, membuat atmosfer di sejumlah kawasan Kota Jambi tampak berkabut dan jarak pandang secara visual terasa menurun.
Kondisi tersebut sejalan dengan pemantauan kualitas udara IQAir. Data yang diperbarui sekitar pukul 07.00 WIB menunjukkan AQI⁺ US Kota Jambi mencapai 220, atau masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”.
Konsentrasi polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 sebesar 145,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Pada waktu yang sama, suhu tercatat sekitar 27 derajat Celsius, kecepatan angin 9 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 75 persen.
Angka tersebut menunjukkan kondisi yang patut diwaspadai. IQAir juga mencatat adanya aktivitas kebakaran di sekitar wilayah pemantauan (active fire nearby). Data kualitas udara tersebut berasal dari tiga stasiun pemantauan dengan dua kontributor, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Memburuk Dibanding Hari-Hari Sebelumnya
Perubahan kondisi udara terlihat cukup mencolok jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Data historis dan pemantauan IQAir menunjukkan kondisi AQI Jambi sebelumnya berada pada level yang lebih rendah, sedangkan pada Senin pagi ini angkanya melonjak hingga 220.
Dengan demikian, secara kualitas udara terukur, kondisi pagi ini bukan sekadar kabut tipis yang terlihat secara visual, tetapi menunjukkan peningkatan konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang cukup signifikan.
Bahkan, berdasarkan peringkat stasiun pemantauan IQAir, sejumlah titik di sekitar Jambi juga mencatat angka tinggi. Stasiun Muaro Jambi berada pada AQI 237, Jambi Paal Lima 229, sementara stasiun Jambi tercatat 217.
Pada pemeringkatan kota di Indonesia saat pemantauan dilakukan, Jambi berada di peringkat kedua kota dengan AQI tertinggi, dengan AQI 220, di bawah Pontianak yang berada pada angka 268 dan di atas Pekanbaru yang tercatat 209.
Diperkirakan Berangsur Menurun
Meski kondisi pagi cukup buruk, prakiraan IQAir menunjukkan indeks kualitas udara diperkirakan berangsur menurun sepanjang siang hingga sore. Dari AQI 220 pada pukul 07.00 WIB, angkanya diprakirakan turun menjadi sekitar 190 pada pukul 11.00, 172 pada pukul 13.00 dan sekitar 147 pada pukul 16.00 WIB.
Namun, penurunan tersebut tidak serta-merta berarti persoalan kabut asap telah berakhir. Kondisi kualitas udara dapat berubah cepat tergantung arah dan kecepatan angin, aktivitas kebakaran serta kondisi atmosfer.
IQAir merekomendasikan masyarakat untuk menghindari aktivitas olahraga di luar ruangan, menutup jendela guna mengurangi masuknya udara tercemar dan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan selama kualitas udara berada pada level buruk.
Masyarakat Kota Jambi diimbau tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara secara berkala, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara.
Kondisi kabut asap yang semakin pekat pada pagi ini menjadi pengingat bahwa kualitas udara di Kota Jambi perlu terus dipantau. Pemerintah dan instansi terkait diharapkan meningkatkan pemantauan terhadap sumber-sumber asap serta mengantisipasi potensi kebakaran lahan yang dapat memperburuk kualitas udara.
Catatan: Data kualitas udara dalam berita ini mengacu pada pemantauan real-time IQAir dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Pantau kualitas udara Kota Jambi melalui IQAir. (pur)
