Pembinaan Kesiswaan Bermutu Kompetitif
Oleh: Nelson Sihaloho ( Guru SMPN 11 Kota Jambi – Anggota PD.ABKIN Provinsi Jambi, Bidang Publikasi Ilmiah Periode 2022-2026 )
ABSTRAK : Pembinaan kesiswaan di sekolah Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan. Hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan potensi siswa sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, yaitu siswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab, diperlukan pembinaan kesiswaan secara sistematis dan berkelanjutan.
Upaya pengembangan Potensi Diri Peserta didik sangat pentig dan urgen dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pembinaan kesiswaan juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Pendidkan Nasional. Termasuk Hasil Keputusan Bersama Rapat Kepala Sekolah, Dewan Guru, Komite dan perwakilan siswa.
Fakata dan realita dilapangan pembinaan kesiswaan belum sepenuhnya berjalan dengan baik.
Selain itu diperlukan pengembangan seluruh potensi peserta didik dengan maksimal, baik potensi akademik maupun non akademik.
Dengan system pembinaan kesiswaan yang konsisten dan berkelanjutan digarapkan sekolah-sekolah mampu menemukan dan memunculkan potensi-potensi yang ada pada diri peserta didik serta menjadkan potensi yang mereka miliki sebagai kecakapan hidup (life skiill). Program pembinaan kesiswaan yang konsisten serta berkelanjutan, bermutu dan kompetitif akan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sekolah efektif.
Kata kunci : pembinaan kesiswaan, bermutu, kompetitif
Pembinaan Kesiswaan di Era Global
Kompetensi global penting sangat penting diperhatikan dalam pendidikan sekarang ini termasuk dalam pembinaan kesiswaan. Ada tiga hal menonjol yang mendorong terjadinya arus globalisasi kompetensi tersebut terjadi. Yakni globalisasi ekonomi dan perubahan tuntutan kerja. Situasi dan kondisi yang dihadapi di era global yang semakin kompleks pembinaan kesiswaan berperan sebagai jembatan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas akademis, juga harus memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Pembinaan kesiswaan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.
Mencakup pendidikan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta peningkatan keterampilan sosial. Tujuan utama dari pembinaan kesiswaan adalah membentuk siswa menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Aspek pembinaan kesiswaan diarahkan pada tiga hal yakni Pendidikan karakter, pengembangan minat bakat serta ketrampilan sosial. Upaya pembinaan kesiswaan yang difokuskan menjadi 3 lingkup pembinaan umumnya adalah Program Pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Program Pembinaan Ekstrakurikuler serta Program Unggulan Akademik dan Non Akademik.
Satu-satunya wadah organisasi peserta didik di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan kesiswaan adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah disingkat OSIS. OSIS bersifat intra sekolah, artinya tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain bahkan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.
Umumnya Materi pembinaan kesiswaan (OSIS) mencakup Pembinaan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa Kegiatan pembinaan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Esa, Pembinaan Budi Luhur atau Akhlak Mulia, Bidang pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara. Pembinaan Prestasi akademik,seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat. Pembinaan Demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup,kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural. Pembinaan kualitas jasmani ,kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi. Pembinaan sastra dan budaya serta Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta Pembinaan komunikasi dalam bahasa inggris.
Demikian juga dengan Pengertian Kegiatan Ekstra Kurikuler. Kegiatan Ekstra Kurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran biasa yang dilakukan di sekolah/luar sekolah untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah secara berkala dan terprogram.
Kegiatan Ekstra Kurikuler memiliki fungsi yakni fimgsi pengembangan, sosial, rekreatif serta persiapan karir. Untuk menunjang kelancaran, efisiensi dan efektifitas bimbingan kegiatan ekstrakurikuler perlu disusun program kegiatan bimbingan peserta didik. Komponen yang perlu dimasukan dalam program ini meliputi kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan, pelaksanaan, penilaian dan tindak lanjut kegiatan ekstrakurikuler Selanjutnya adalah Program
Unggulan Akademik dan Non Akademik. Program Unggulan merupakan program kegiatan kesiswaan serta merupakan program prioritas sekolah. Fokus utamanya adalah tercapainya sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dengan ketangguhan intelektual dan kekuatan moral. adanya perubahan dari peserta didik pasif menjadi peserta didik aktif Memiliki keunggulan prestasi akademik dan atau non akademik untuk bidang tertentu sebagai bukti pertanggungjawaban keberhasilan pendidikan kepada masyarakat. Mampu berprestasi dalam kegiatan Olimpiade baik itu Olimpiade sain, (OSN) O2N, FLS3N, Gala Siswa, OPSI, Pekan Olah Raga Pelajar tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional.
Untuk itu pembinaan kesiswaan di era global sangat penting dilakukan untuk membentuk generasi yang berpikir kritis, beretika dan berakhlak. Dalam konteks globalsiasi yang terhubung pendidikan karakter berperan sebagai landasan moral yang membantu siswamenghadapi tantangan serta peluang yang ada. Selain itu pendidikan karakter juga membantu siswa untuk mengembangkan wawasan global, mengembangkan keberagaman dan empati serta menjadi agen perubahan positif. Dengan pendidiikan karakter yang kuat, siswa akan siap menghadapi perubahan global serta menjadi individu yang adaptif, bermoral serta siap menghdapai tantangan masa depan.
Membangun Generasi Masa Depan
Mempersiapkan generasi masa depan yanag lebih bermutu serta kompetitif membutuhkan suatu perjuangan yang panjang. Di era globalisasi yang semakin terhubung, pendidikan memiliki peran sangat penting dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan serta peluang dunia yang terus berubah. Pendidikan global adalah pendekatan transformatif bertujuan untuk membuka wawasan siswa tentang dunia, mengajarkan mereka tentang keberagaman budaya, dan mempersiapkan mereka menjadi warga global yang bertanggung jawab. Tujuan Pendidikan global adalah membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memahami dan menghadapi tantangan-tantangan yang terus berubah.
Membangun wawasan global sangat penting diberikan pada siswa. Manfaat utama pendidikan global adalah memperluas wawasan siswa tentang dunia. Termasuk mengembangkan keberagaman dan empati. Pendidikan global mempromosikan apresiasi terhadap keberagaman budaya dan mendorong siswa untuk menghargai perbedaan. Pendidikan global bertujuan untuk mempersiapkan siswa menjadi warga global yang aktif dan bertanggung jawab.
Siswa yang mendapatkan pendidikan global cenderung lebih terlibat dalam kegiatan sukarela, advokasi, dan inisiatif sosial. Mereka menjadi lebih sadar akan dampak tindakan mereka pada dunia yang lebih luas dan merasa terdorong untuk membuat perbedaan positif. Pendidikan ini membantu siswa mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan kemampuan untuk berkolaborasi secara efektif dalam lingkungan yang beragam.
Kita harus menyadari bahwa pendidikan global sebagai wahana untuk membuka pintu dunia bagi siswa, memungkinkan mereka untuk menjelajahi, memahami, dan menghargai keberagaman budaya. Dengan pendidikan ini, kita dapat membangun generasi yang siap menghadapi tantangan global, menciptakan solusi inovatif serta membangun jembatan persahabatan di seluruh dunia. Masa depan yang lebih terhubung dan damai dimulai di ruang kelas. Pendidikan merupakan pilar utama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin global dan multikultural.
Dalam system pembinaan kesiswaan pendidikan multikultural memberikan landasan yang kuat bagi siswa untuk berpartisipasi dalam lingkungan global. Dalam era globalisasi ini, siswa dihadapkan pada realitas bahwa dunia semakin terintegrasi. Teknologi dan komunikasi telah menghapus batas geografis, membuka peluang untuk berhubungan dengan orang dari berbagai latar belakang di seluruh dunia.
Mereka belajar untuk melihat perbedaan sebagai sumber kekayaan, bukan sebagai alasan untuk konflik atau diskriminasi. Dunia yang semakin terhubung secara digital dan ekonomi menuntut individu untuk memiliki keterampilan, pengetahuan, dan karakter yang mampu bersaing di tingkat global. Globalisasi membawa peluang sekaligus tantangan bagi SDM yang menuntut penguasaan ketrampilan baru. Ketrampilan itu adalah kebutuhan akan keterampilan digital, komunikasi global serta inovasi teknologi.
Pembinanan kesiswaan bermutu dan kompetitif akan menghasilan SDM yang mampu bersaing dipasar kerja internasional, mampu menghadapi tantangan global. Karena itu pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun SDM kompetitif di era globalisasi program pembinaan kesiswaan yang diteraokan harus benar-benar bermutu serta siap bersaing dengan kompetitif. Pemerintah harus menjamin dan memastikan pendidikan menjadi motor penggerak utama kemajuan bangsa. Semoga bermanfaat. (*).
Rujukan:
- Asmani, Jamal Makmun. Kiat Melahirkan Sekolah Unggulan. Yogyakarta: Diva Press, 2013.
- Moedjiarto, Sekolah Unggul. Jakarta: Duta Graha Pustaka, 2002.
- Supriatin, A., & Nasution, A. R. (2017). Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Praktik Pendidikan Di Indonesia. http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/3077/
- Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan. 2008. Jakarta: Diperbanyak oleh Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional.
- Peraturan Mendeti Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.
- Suwandi, S. 2019. Pendidikan Literasi: Membangun Budaya Belajar, Profesionalisme Pendidik, dan Budaya Kewirausahaan untuk Mewujudkan Marwah Bangsa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
