DAERAHOLAHRAGA

Ribuan Pesilat Padati GOR Kota Baru, IPSI CUP V Kota Jambi Resmi Bergulir

Jambi, Mediator

Antusiasme insan pencak silat di Kota Jambi terlihat begitu tinggi. Ribuan pesilat dari berbagai perguruan memadati Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Baru, Kota Jambi, untuk mengikuti Kejuaraan IPSI CUP V Kota Jambi. Ajang bergengsi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan sekaligus mengukur kemampuan atlet pencak silat di daerah.

Kejuaraan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jambi, didampingi Bendahara Umum KONI Kota Jambi, Rizky, serta Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Jambi, Alion Meisen.

Ketua IPSI Kota Jambi, Alion Meisen, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan IPSI CUP V mendapat sambutan luar biasa dari berbagai perguruan pencak silat. Tercatat sebanyak 1.300 atlet telah mendaftarkan diri untuk ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa pencak silat masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Kota Jambi.

“Sebanyak 1.300 atlet telah mendaftar dan akan bertanding dalam kejuaraan IPSI CUP V ini. Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet muda potensial, meningkatkan kemampuan pesilat, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarperguruan pencak silat di Kota Jambi,” ujar Alion.

Ia berharap melalui kompetisi tersebut akan lahir pesilat-pesilat berprestasi yang nantinya mampu membawa nama baik Kota Jambi pada kejuaraan tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

Namun, di balik semaraknya penyelenggaraan dan besarnya partisipasi atlet, perhatian terhadap masa depan pembinaan olahraga di Provinsi Jambi kembali menjadi sorotan. Dukungan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap pengembangan cabang olahraga (cabor) dinilai masih perlu ditingkatkan agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.

Persoalan keterbatasan anggaran, dukungan sarana dan prasarana latihan, hingga penghargaan terhadap atlet berprestasi menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab, keberhasilan melahirkan atlet berkualitas tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, dukungan fasilitas, pendanaan, serta pembinaan yang konsisten sejak tingkat bawah.

Besarnya penyelenggaraan IPSI CUP V juga memperlihatkan bahwa semangat membangun olahraga tidak boleh hanya bertumpu pada kerja keras pengurus di tingkat kota maupun dedikasi para pelatih dan insan olahraga. Diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah provinsi, agar pembinaan olahraga memiliki fondasi yang kuat.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk memperkuat komitmen terhadap kemajuan olahraga daerah. Dukungan terhadap atlet semestinya tidak hanya diberikan ketika mereka berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional, tetapi juga sejak proses penjaringan, pembinaan, hingga persiapan menghadapi kompetisi.

Dengan dukungan anggaran yang memadai, fasilitas latihan yang representatif, serta program pembinaan berkelanjutan, pencak silat diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet unggulan.

Lebih dari sekadar kompetisi, IPSI CUP V Kota Jambi menjadi bukti bahwa pencak silat bukan hanya cabang olahraga yang mengejar prestasi, tetapi juga warisan seni bela diri dan budaya bangsa yang harus terus dijaga serta dilestarikan di Tanah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.(ion)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *