Takjub, Bupati M. Syukur Bandingkan Rio Kemunyang dengan Hutan Adat Ubud di Bali
Dirian Rambun, Mediator
Bupati Merangin, M. Syukur, dibuat terpukau oleh kelestarian Hutan Desa Rio Kemunyang di Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau.
Dalam kunjungan kerjanya pada Minggu (6/9), Bupati M. Syukur bahkan membandingkan pesona alami hutan tersebut dengan destinasi wisata populer di Ubud, Bali.
Untuk mencapai kawasan hutan seluas 4.448 hektare tersebut, Bupati M. Syukur bersama rombongan yang terdiri dari anggota DPRD, kepala dinas, camat, dan warga setempat harus menempuh perjalanan berjalan kaki sejauh 5 kilometer. Medan yang dilalui melintasi jembatan gantung serta lorong-lorong hutan yang rindang dan asri.
“Tadi kita sudah coba tracking dari desa ke sini, ini luar biasa. Saya teringat masa lalu waktu bulan madu di Ubud, Bali. Di Ubud orang bisa tracking, jalanannya bagus, sungai dan selokan bersih, kanan kirinya ada kopi dan hutan yang asri,” ujar Bupati M. Syukur saat beristirahat di kawasan hutan.
Bupati mengapresiasi kesadaran warga Desa Durian Rambun yang konsisten menjaga kelestarian lingkungan dan menjalankan amanah kebudayaan di tengah maraknya alih fungsi lahan.
Lingkungan yang bersih, keramahan warga, hingga potensi kuliner lokal seperti kopi dan ikan semah dinilainya sebagai modal kuat pengembangan kawasan tersebut.
Tak hanya berfungsi sebagai paru-paru dunia, Hutan Desa Rio Kemunyang juga mencatatkan prestasi tersendiri di bidang lingkungan. Kawasan ini menjadi satu-satunya hutan di wilayah tersebut yang berhasil mendapatkan bantuan skema perdagangan/insentif karbon.
Pemerintah Kabupaten Merangin berharap komitmen masyarakat dalam mempertahankan benteng hijau ini dapat terus terjaga, sekaligus membuktikan bahwa perlindungan alam mampu berjalan selaras dengan kesejahteraan warga. (mlk)
