Dari Jambi ke Panggung Media Internasional, Mursyid Yusmar Sonsang Bawa Jejak Panjang Pers Indonesia ke Forum Wartawan Tiongkok
Jambi, Mediator
Perjalanan panjang Mursyid Yusmar Sonsang dalam dunia jurnalistik kembali memasuki babak baru. Setelah puluhan tahun mengabdikan diri di dunia pers nasional dan daerah, tokoh pers asal Jambi tersebut kini kembali mendapat ruang untuk berkiprah di tingkat internasional.
Bukan lagi sekadar memimpin organisasi wartawan di tingkat daerah, Mursyid hadir sebagai bagian dari delegasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dalam forum yang digelar oleh All China Journalists Association (ACJA), organisasi profesi wartawan terbesar di Tiongkok.
Dalam sejumlah dokumentasi yang beredar pada Selasa (14/7/2026), Mursyid terlihat duduk di meja delegasi dengan mengenakan jas hitam lengkap dengan dasi. Identitasnya terpampang melalui papan nama di hadapannya, menandai kehadirannya sebagai salah satu peserta dalam forum pers internasional tersebut.
Kehadiran Mursyid di forum ACJA menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan insan pers Indonesia. Ia tidak hanya hadir sebagai perwakilan organisasi media, tetapi juga membawa pengalaman panjang seorang jurnalis yang telah melewati berbagai fase perkembangan industri pers, mulai dari era media konvensional hingga transformasi digital.
Sebagai salah satu pendiri JMSI tingkat pusat, Mursyid memiliki peran dalam membangun ekosistem media siber Indonesia yang profesional dan berintegritas. Organisasi tersebut sendiri merupakan salah satu konstituen Dewan Pers yang menaungi perusahaan media berbasis digital di Indonesia.
Jejak Panjang Membangun Pers Jambi
Nama Mursyid Yusmar Sonsang bukan sosok baru dalam dunia pers. Pengalamannya selama memimpin PWI Provinsi Jambi selama dua periode menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan organisasi wartawan di daerah tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, sejumlah program dan peninggalan kelembagaan lahir. Salah satunya adalah hadirnya perpustakaan pertama di lingkungan kantor PWI Jambi yang menjadi ruang literasi bagi insan pers dan masyarakat.
Salah satu capaian terbesar lainnya adalah keberhasilan membawa Provinsi Jambi menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2012, sebuah agenda nasional yang mempertemukan insan pers dari seluruh Indonesia.
Momentum tersebut menjadi sejarah penting bagi Jambi. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, menghasilkan berbagai catatan strategis, termasuk kerja sama antara Polri dan Dewan Pers yang hingga kini terus berlanjut melalui nota kesepahaman.
Selain itu, pembangunan Tugu Pers di Kota Jambi menjadi simbol penghargaan terhadap perjalanan sejarah pers sekaligus menjadi salah satu warisan yang melekat dari pelaksanaan HPN 2012.
Jurnalis yang Menembus Ruang Strategis Nasional
Karier Mursyid tidak hanya bergerak dalam lingkup organisasi kewartawanan. Ia juga dikenal sebagai salah satu jurnalis televisi swasta pertama di Provinsi Jambi yang ikut mewarnai perkembangan media elektronik di daerah tersebut.
Pengalaman panjang di lapangan kemudian membawanya memasuki ruang-ruang strategis kebangsaan. Pada tahun 2012, Mursyid mengikuti Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) Lemhannas RI, sebuah program pendidikan yang diikuti oleh berbagai tokoh nasional dari lingkungan TNI, Polri, birokrasi, hingga profesional.
Dalam pendidikan tersebut, ia berada satu angkatan dengan sejumlah tokoh nasional seperti mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI (Purn) Mulyono, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, Komjen Pol (Purn) Arif Sulistyanto, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya mengenai isu strategis nasional, kepemimpinan, serta peran media dalam menjaga kepentingan bangsa.
Pengakuan atas Dedikasi Puluhan Tahun
Dedikasi Mursyid terhadap dunia jurnalistik juga mendapat pengakuan dari tingkat nasional. Pada peringatan Hari Pers Nasional tahun 2021, PWI Pusat memberikan penghargaan Kartu Pers Nomor Satu, penghargaan tertinggi bagi wartawan yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan pers Indonesia.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan panjangnya sebagai jurnalis yang tumbuh dari pengalaman langsung di lapangan dan konsisten menjaga profesionalisme dalam dunia pers.
Selain JMSI, Mursyid juga tercatat sebagai salah satu tokoh yang ikut merintis berdirinya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) tingkat pusat, organisasi yang memiliki peran dalam perkembangan industri media digital nasional.
Dengan pengalaman panjang, jaringan luas, serta rekam jejak dalam membangun organisasi pers, Mursyid Yusmar Sonsang kini kembali membawa nama Jambi ke ruang internasional. Kehadirannya di forum ACJA menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang jurnalis yang terus beradaptasi mengikuti perubahan zaman, dari ruang redaksi lokal hingga panggung diplomasi media global. (red/isq)
