DAERAH

Dukungan dan Kritik Mengalir dalam Aksi MBG di Jambi, Warga Minta Program Dilanjutkan dengan Perbaikan Menyeluruh

Kota Jambi, Mediator

Aksi damai yang digelar ratusan hingga ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jambi di depan kantor DPRD Provinsi Jambi pada Jumat (19/6/2026) berlangsung tertib dan menjadi ruang penyampaian aspirasi publik terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam aksi tersebut, masyarakat secara tegas meminta agar program tetap dilanjutkan, namun dengan penguatan pada aspek tata kelola dan pengawasan.

Mayoritas peserta aksi, yang didominasi oleh kalangan perempuan, menilai program MBG telah memberikan dampak langsung terhadap kehidupan keluarga. Program ini dianggap membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan makan anak-anak sekolah, sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka stunting di daerah.

Di sisi lain, dukungan terhadap keberlanjutan program disertai dengan catatan kritis. Massa aksi menyoroti pentingnya peningkatan transparansi, kualitas distribusi makanan, serta pengawasan yang lebih ketat di lapangan. Mereka menilai keterlibatan masyarakat perlu diperluas agar pelaksanaan program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar tepat sasaran dan sesuai standar gizi.

Dalam orasi yang disampaikan, peserta aksi menegaskan bahwa apabila terdapat kelemahan dalam pelaksanaan program, maka solusi yang diharapkan bukanlah penghentian, melainkan perbaikan sistem secara menyeluruh. Mereka juga meminta agar aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan penyimpangan, termasuk praktik korupsi atau penyalahgunaan anggaran.

Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, yang menegaskan bahwa suara masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan program. Ia menyampaikan bahwa fokus utama ke depan adalah memperkuat tata kelola MBG agar lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan, bukan menghentikan program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dari pihak pemerintah daerah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi, Ismed Wijaya, menyatakan komitmen untuk mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Pemerintah daerah menilai program MBG sebagai salah satu kebijakan strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Sementara itu, aparat kepolisian mengerahkan 473 personel gabungan dari Polda Jambi dan Polresta Jambi untuk memastikan jalannya aksi berlangsung aman dan kondusif. Pengamanan ketat dilakukan tanpa mengganggu jalannya penyampaian aspirasi, sehingga aksi berlangsung damai hingga selesai.

Aksi ini mencerminkan posisi masyarakat yang tidak hanya mendukung keberlanjutan program MBG, tetapi juga menuntut adanya pembenahan serius dalam pelaksanaannya, agar manfaat program dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *