DAERAHEKONOMIPARIWISATAPEMBANGUNAN

Ramainya Kawasan Wisata Lokal Jadi Angin Segar bagi UMKM Kota Jambi, Omzet Pedagang Tumbuh 30 Persen

Kota Jambi, Mediator

Aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Jambi mulai menunjukkan pergerakan positif seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang publik dan kawasan wisata lokal. Salah satu kawasan yang mengalami peningkatan transaksi adalah kawasan Tugu Juang Kota Jambi, yang menjadi salah satu titik aktivitas kuliner dan usaha masyarakat.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi mencatat adanya peningkatan omzet pedagang UMKM di kawasan tersebut selama periode liburan. Kenaikan transaksi diperkirakan mencapai sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa akibat meningkatnya jumlah pengunjung yang datang untuk beraktivitas dan menikmati suasana kawasan tersebut.

Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Kota Jambi, Budi Setiawan, mengatakan peningkatan pendapatan pelaku UMKM tidak disebabkan oleh adanya agenda atau kegiatan besar tertentu, melainkan karena meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan waktu libur untuk berkunjung ke ruang publik.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kawasan wisata dan ruang interaksi masyarakat memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi skala kecil. Aktivitas kunjungan masyarakat secara langsung memberikan dampak terhadap pedagang makanan, minuman, serta berbagai usaha mikro yang berjualan di lokasi tersebut.

Saat ini terdapat sekitar 30 pelaku UMKM yang menjalankan usaha di kawasan Tugu Juang. Jumlah tersebut bersifat dinamis karena menyesuaikan aktivitas pedagang yang berjualan setiap hari. Para pelaku usaha tersebut masuk dalam kategori pedagang kaki lima (PKL) yang tetap mengikuti ketentuan administrasi dan perizinan sesuai aturan pemerintah daerah.

Peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar. Namun, pemerintah daerah menilai peningkatan omzet perlu diikuti dengan penguatan kapasitas usaha, mulai dari pengelolaan bisnis, kualitas produk, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Selain kawasan Tugu Juang, Pemerintah Kota Jambi juga tengah mendorong pengembangan kawasan ekonomi berbasis wisata dan kuliner. Salah satunya melalui pengembangan kawasan Kota Tua Jambi sebagai destinasi wisata yang menggabungkan unsur sejarah, kuliner, dan ekonomi kreatif untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Dengan semakin berkembangnya destinasi wisata lokal, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh peningkatan pendapatan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu membangun usaha yang lebih berkelanjutan. Pemerintah daerah terus mendorong agar sektor UMKM dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat Kota Jambi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *