DAERAHDUNIA ISLAM

Z Corner Jambi Catat Omzet Tertinggi Nasional, Pemkot Dorong Ekspansi Pascaramadan

Jambi, Mediator

Pemerintah Kota Jambi menyoroti capaian signifikan program Z Corner yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama Ramadan 2026.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, menyampaikan bahwa Z Corner di Kota Jambi berhasil mencatatkan omzet tertinggi dibandingkan pelaksanaan program serupa di daerah lain di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat peluncuran nasional Program Z Corner Baznas RI di Taman Banjuran Budayo, Senin (2/3/2026).

Menurut Maulana, capaian tersebut tidak terlepas dari pemilihan lokasi yang strategis serta tingginya partisipasi pelaku UMKM lokal. Ia mengungkapkan bahwa Z Corner yang berlokasi di kawasan Eks Terminal Rawasari—yang selama Ramadan difungsikan sebagai Pasar Bedug—mampu menghasilkan omzet kumulatif sekitar Rp3,5 miliar hanya dalam kurun waktu 11 hari operasional.

“Pada hari pertama pembukaan, omzet langsung mencapai sekitar Rp400 juta, kemudian stabil di kisaran Rp150 juta per hari,” ujarnya.

Lebih dari 100 tenant UMKM terlibat dalam kegiatan tersebut, yang dinilai mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat secara signifikan selama bulan suci. Selain aspek ekonomi, program ini juga diintegrasikan dengan kegiatan sosial, termasuk program bedah rumah yang telah berjalan sebanyak 11 unit dari total 50 unit yang direncanakan.

Maulana turut mengapresiasi Baznas RI atas kepercayaan menjadikan Kota Jambi sebagai lokasi peluncuran program secara nasional. Ia menilai kolaborasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi pemberdayaan ekonomi maupun peningkatan kesejahteraan.

Ke depan, Pemerintah Kota Jambi berencana memperluas pengembangan Z Corner di kawasan Eks Terminal Rawasari yang kini diproyeksikan menjadi “Rumah Milenial”. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi masyarakat setelah Ramadan berakhir.

Selain itu, Pemkot juga tengah mengajukan sejumlah program pengembangan kawasan ekonomi lainnya, seperti pembangunan Kampung Batik di Ulu Gedong serta penataan pedagang di kawasan Ancol.

Maulana menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi menjadikan Kota Jambi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus representasi utama Provinsi Jambi.

“Sebagai wajah provinsi, Kota Jambi bisa harus terus berbenah dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *