Transformasi Digital di Tebo Dimulai dari Kas Daerah: Wabup Pimpin HLM TP2DD dengan BI
Tebo, Mediator
Wakil Bupati Tebo memimpin High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Tebo yang digelar di Aula Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), Jumat, 12 Desember 2026.
Pertemuan ini menandai penguatan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tebo dengan Bank Indonesia (BI) dalam mempercepat digitalisasi transaksi keuangan daerah serta memperluas elektronifikasi pembayaran.
Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada percepatan implementasi transaksi non-tunai di lingkungan pemerintah daerah, mulai dari optimalisasi kanal pembayaran digital untuk penerimaan daerah hingga penguatan sistem pembayaran untuk belanja pemerintah.
Selain itu, pengembangan layanan publik berbasis digital turut menjadi agenda utama, sejalan dengan kebutuhan transparansi dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Kerja sama strategis ini diarahkan untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah melalui proses yang lebih terukur dan terdokumentasi, sekaligus menutup ruang inefisiensi.
Digitalisasi transaksi dinilai dapat memperkuat akuntabilitas, memudahkan pelacakan arus kas, dan meningkatkan ketepatan pencatatan penerimaan maupun pengeluaran daerah.
Bank Indonesia dalam forum tersebut mendorong penguatan ekosistem digital daerah, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung, integrasi sistem pembayaran, serta perluasan literasi dan adopsi pembayaran non-tunai di tingkat perangkat daerah dan masyarakat.
Elektronifikasi dinilai tidak hanya berdampak pada kualitas pengelolaan fiskal, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui transaksi yang lebih cepat dan aman.
Pemerintah Kabupaten Tebo menegaskan komitmennya untuk mempercepat implementasi digitalisasi, dengan mendorong koordinasi lintas perangkat daerah agar transformasi pembayaran dan layanan publik dapat berjalan seragam. Melalui TP2DD, Pemkab menargetkan proses transformasi digital tidak berhenti pada proyek percontohan, melainkan menjadi praktik kerja yang konsisten dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem transaksi digital yang lebih matang di Kabupaten Tebo, sekaligus memperkuat transparansi dan efisiensi tata kelola pemerintahan daerah. (*)
